Friday, November 1, 2013

Cara Memperbaiki Broken Shortcuts di Windows 8

0 comments

Cara Memperbaiki Broken Shortcuts di Windows 8

User Interface (UI) atau Tampilan Antar Muka relatif menjadi pilihan pertama saat kita menggunakan aplikasi maupun sistem operasi secara keseluruhan. Meski tidak sedikit juga yang lebih familiar dengan bahasa coding di Command Prompt Windows atau Terminal UNIX misalanya. Hal ini bisa dipahami, karena sebagian besar orang menilai sesuatu pada awalnya dari yang nampak di depan mata (termasuk saya).

Wajar saja saat Microsoft membuat perubahan drastis di UI sistem operasi yang kita kenal dengan Windows 8, maka banyak sekali pengguna yang umumnya bingung dengan tampilan baru; salah satu contoh mengganti Start Menu dengan Modern UI. Tampilan ini tentu saja relatif nyaman bagi pengguna Surface dengan teknologi Touch / layar sentuhnya. Namun, ingat juga bahwa perangkat ini merupakan gebrakan baru sedangkan sebagian besar pengguna banyak yang masih menggunakan Desktop PC maupun Notebook / Laptop.

Hal serupa pernah juga dialami oleh Ubuntu Linux. Semenjak versi 11.04 pengguna tidak lagi menemukan Classic Applications Menu khas Gnome 2, namun UI baru dengan sebutan Unity. Hasilnya, banyak juga pengguna yang kecewa (atau lebih tepatnya belum siap) menggunakan fitur baru tersebut.

Sebaliknya, (tanpa bermaksud membandingkan) Apple justru tetap konsisten dalam penyajian UI di Mac OS. Bahkan pengguna dibuat merasa lebih nyaman dengan menghadirkan LaunchPAD khas iPAD ke Desktop Mac untuk mengakses setiap aplikasi yang terinstall di sistem. Meski, di perangkat Mobile-nya; UI iOS 7 dengan Flat Design relatif membuat kontroversi.

Itulah sekilas tentang User Interface di beberapa sistem operasi. Intinya, bahwa setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Masalah tampilan antar muka mungkin tidak penting bagi sebagian orang, meski ada juga yang menganggapnya sebagai sesuatu yang esensial karena berkaitan dengan nilai estetika. Namun, bukan berarti kekurangan tersebut tidak bisa dicarikan penyelesaian dari sisi pengguna.

Fix Broken Shortcut Icons in Windows 8
Broken Shortcuts dan Cara Mengatasinya

Salah satu kekurangan tersebut adalah Broken Shortcuts di sistem operasi Windows yang terkadang muncul setelah proses intalasi aplikasi tertentu. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, antara lain pengaturan thumbnail caches di Windows Explorer maupun efek dari aplikasi pihak ketiga. Menggunakan aplikasi Utilities bisa saja dilakukan bagi Advanced User. Namun, ternyata ada cara yang lebih praktis hanya dengan bantuan Command Prompt bawaan Windows.

Baiklah sobat badruzeus, tutorial kali ini akan membahas bagaimana cara memperbaiki Broken Shortcuts (yang tampil tidak sewajarnya) di sistem operasi Windows 8. Ini berlaku juga di versi Windows sebelumnya (XP, Vista dan Seven). Target kita adalah menghapus file IconCache.db di User AppData yang normalnya tidak dapat dilakukan apabila Windows Explorer berjalan.

Windows 8 Task Manager
Broken Shortcuts - Task-Manager
  • Pertama, matikan Windows Explorer melalui Task Manager dengan cara klik kanan Taskbar > pilih Task Manager, atau bisa dengan menekan kombinasi tombol Ctrl + Alt + Del di keyboard kemudian pilih Task Manager. Cara lainnya dengan menjalankan menu Run, tekan tombol Win + R kemudian masukkan keyword taskmgr diikuti dengan tombol OK atau Enter.
  • Pada tampilan Task Manager klik kanan Windows Explorer > pilih End task (lebih dari satu jika Anda mengaktifkan fitur Launch folder windows in separated process dari Windows Explorer; matikan semua).
  • Sementara Task Manager masih berjalan, masuk ke menu File > Run new task. Masukkan keyword cmd, checklist opsi Create this task with administrative privileges > akhiri dengan OK / Enter.
  • Jalankan beberapa baris perintah berikut secara bergantian, masing-masing diakhiri dengan Enter.


CMD
Windows Command Prompt
  • Setelah keluar dari aplikasi Command Prompt, kembali ke Task Manager kemudian Sign out sistem dengan cara klik menu File > pilih Run new task > masukkan keyword logoff > klik OK / Enter.
  • Masuk kembali / Sign in ke Desktop setelah terlebih dahulu memasukkan password (jika ada) untuk melihat perubahannya dengan menuju ikon dengan broken shortcut tadi.

Bagaimana, apakah hasilnya memuaskan? Demikian tutorial singkat tentang Cara Memperbaiki Broken Shortcuts di Windows 8, semoga bermanfaat bagi Anda yang kebetulan sedang / pernah mengalaminya.
Selengkapnya

Friday, October 25, 2013

Cara Cepat Membersihkan File Temporary Windows 8

0 comments

Cara Cepat Membersihkan File Temporary Windows 8

Pengguna komputer pasti sudah tidak asing dengan istilah temporary files. Ya, karena setiap sistem operasi memilikinya. Baik itu Windows, Mac, Linux atau Mobile OS menggunakan file-file ini ketika menjalankan aplikasi.

Singkat kata, temporary files adalah file-file sementara yang dibutuhkan oleh aplikasi tertentu dalam sistem operasi ketika ia berjalan, umumnya berupa files dengan ekstensi *.tmp atau caches. Namun, tak jarang ketika aplikasi sudah tidak lagi digunakan ternyata file-file tersebut masih tersisa di suatu tempat yang tersembunyi dari sistem. Hal ini tidak menjadi masalah jika kita masih memiliki banyak ruang penyimpanan di harddisk. Ironisnya, jika harddisk sudah low capacity sedangkan kita sering menjalankan aplikasi desain grafis atau video editing? Atau Anda adalah pengguna Microsoft Surface dengan sistem operasi Windows 8, pastinya perlu menghemat media penyimpanan agar sistem operasi memiliki ruang gerak.

Umumnya, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan aplikasi Utilities pihak ketiga untuk membersihkan temporary files tersebut. Misalnya CCleaner yang sudah sangat terkenal dengan kinerja yang powerful dan optimal.

Namun tahukah Anda, bahwa sebenarnya kita juga bisa membersihkan temporary files tersebut hanya dengan beberapa klik tombol di keyboard? Baiklah sobat badruzeus, tutorial kali ini akan membahas cara cepat membersihkan temporary files di sistem operasi Windows tanpa bantuan aplikasi / software pihak ketiga.

Membersihkan File Temporary Windows 8
Windows Files Temporary

  1. Pertama, jalankan menu Run dari Start Menu (Windows XP – 7), atau dari Modern UI (Windows 8). Cara cepatnya adalah dengan klik tombol Win + R pada keyboard.
  2. Dari menu Run masukkan keyword %temp% kemudian tekan tombol OK atau Enter di keyboard.
  3. Setelah Windows / File Explorer terbuka, Anda akan mendapati banyak files / folders yang bisa dihapus dengan menekan tombol Shift + Del secara permanen (tanpa melalui Recycle Bin).

Bagaimana, mudah bukan? Demikian Cara Cepat Membersihkan File Temporary Windows 8 tanpa bantuan aplikasi pihak ketiga. Semoga tutorial ini bermanfaat bagi Anda.

Catatan:
  • Disarankan sebelum menggunakan cara ini agar menutup seluruh aplikasi yang sedang berjalan di sistem.
  • Cara ini terbukti aman digunakan tanpa merusak atau menghilangkan file-file esensial yang digunakan oleh sistem.
  • Temporary Files yang dimaksud tidak termasuk Registry Windows.
Selengkapnya

Friday, October 18, 2013

Usaha Pengembangan Kaligrafi Arab

0 comments

Usaha Pengembangan Kaligrafi Arab

Dalam kaitannya dengan peningkatan sumber daya manusia, pengembangan kaligrafi Arab kiranya perlu dilakukan dalam konteks kesenirupaan. Seni rupa, sebagai bagian dari kebudayaan, merupakan suatu proses dan usaha untuk mengukuhkan keutuhan pribadi manusia. Hal ini sesuai dengan harapan untuk membina manusia seutuhnya, bukan manusia parsial yang hanya memiliki satu dimensi, seperti politik saja, ekonomi saja, dan sebagainya. Untuk itu, cara yang sangat efektif ialah ditempuh melalui pendidikan. Pendidikan, secara umum dipahami sebagai usaha mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, maupun pengajaran dan latihan untuk memenuhi peranan di masa depan. Dengan mengacu kepada kebudayaan yang diwariskan serta kesenirupaan yang tengah berkembang dalam masyarakat mutakhir, pendidikan kaligrafi dapat diselenggarakan.

Arabic Caligraphy
Original Image by Stockvault.net
Sehubungan dengan itu, sambil memanfaatkan potensi yang ada, secara kritis lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan kesenirupaan dan keislaman, mempertimbangkan pula dinamika yang terjadi dalam sejarah kesenirupaan mutakhir. Dengan demikian, makna kebudayaan yang menjadi acuan akan lebih aktual. Selama ini, pembinaan terhadap kaligrafi Arab pada umumnya berjalan menurut tradisi yang diterima secara turun-temurun. Dalam tradisi ini yang ditekankan biasanya adalah pembinaan kaligrafi yang bersifat baku (kaligrafi tulis). Pengajarannya menerapkan disiplin yang sangat ketat dan cenderung mekanis sehingga tampak monoton. Kecenderungan ini menjadi terasa amat kaku bila dikaitkan dengan semangat berkesenian yang menekankan pada semangat kebebasan dan kreativitas. Kondisi seperti ini menjadi sangat kontras bila dikaitkan dengan perkembangan yang terjadi dalam sejarah seni rupa di tanah air, yang memperlihatkan pemunculan kaligrafi Arab yang telah mencapai taraf lukis dalam maknanya yang modern.

Sementara itu, di lingkungan pendidikan kesenirupaan, perhatian terhadap kaligrafi ini masih sangat langka. Kaligrafi Arab, baik kaligrafi tulis maupun kaligrafi lukis semuanya bertumpu pada asas keindahan bentuk. Karakter garis dihadirkan tanpa terputus membuat abstraksi dengan efek yang tetap berbasis pada dua syarat elementer seluruh karya seni rupa yaitu fisikoplastis dan idioplastis.

Sementara itu, huruf Arab yang memiliki bentuk sesuai dengan posisi yang diembannya (huruf awal, tengah, akhir), dan terikat pula dengan prinsip gramatika (nahwu dan sharaf) sehingga apabila terjadi sedikit pergeseran tanpa kontrol dalam penempatannya dapat mengakibatkan perubahan makna. Dua kenyataan ini dapat menjadi problema dalam pengembangan kaligrafi Arab. Untuk mengatasi itu, pembinaan kaligrafi Arab tidak hanya mengutamakan faktor estetis tetapi idealnya memperhatikan pula pembinaan terhadap aspek gramatika.

Masalah ini merupakan problematika faktual yang menuntut penyelesaian secara integratif. Dukungan pendidikan formal tentu perlu diperkuat oleh dukungan dialog dengan pendidikan informal seperti sanggar, kelompok-kelompok minat, dan sebagainya sehingga terjadi proses yang lebih terbuka terhadap berbagai cara dan pola perkembangan sehingga masa depan kaligrafi menjadi lebih terbuka.

Kaligrafi, sebagai salah satu perwujudan peradaban Arab, telah berkembang dan menjadi salah satu gejala yang merepresentasikan berbagai keunggulan dalam sistem kebudayaan Arab, khususnya budaya tulis baca. Dalam perkembangannya mengiringi penyebaran agama Islam, aksara ini telah mengalami pengolahan-pengolahan sehingga mencapai disiplin pokok sebagai kaligrafi tulis dan kaligrafi lukis. Pertemuan kaligrafi tulis dan lukis dengan aneka budaya setempat melahirkan pula karya-karya yang lebih unik dan khas. Akibatnya, setelah melampaui waktu yang sangat panjang, pertemuan tersebut menghasilkan perwujudan karya seni yang sangat kaya dengan variasi dan isi.

Kekayaan tersebut perlu dipertimbangkan dalam usaha pembinaan manusia seutuhnya dengan menyertakannya dalam sistem pendidikan nasional. Dengan cara tersebut, bukan saja telah dilakukan pengembangan dan pengawetan kritis terhadap salah satu warisan dunia, tetapi juga memberikan orientasi lebih religius terhadap pengembangan estetika. Bagaimanapun juga, kaligrafi Arab pada umumnya mengandung pesan-pesan keagamaan.
Selengkapnya

Friday, October 11, 2013

Kaligrafi Tulis dan Lukis

0 comments

Kaligrafi Tulis dan Lukis

Sebagai gejala peradaban yang telah melembaga menjadi suatu subjek atau disiplin kajian tersendiri, kaligrafi Arab telah melibatkan pendukung dan eksponen yang cukup luas. Selanjutnya bidang ini berkembang menjadi kaligrafi tulis dan kaligrafi lukis. Kaligrafi tulis adalah kaligrafi yang dibuat menurut ketentuan serta aturan baku yang bersifat standar, resmi, dan cukup mengikat, termasuk dalam pembakuan itu adalah teknik penulisan, gaya tulisan, serta tipologi (huruf) yang dihasilkan). Kaligrafi jenis itu disebut sebagai kaligrafi tulis karena mengandalkan tulisan atau aksara dalam membuat komposisi untuk mencapai keindahannya. Dalam keadaan tersebut, dipaparkanlah keindahan huruf sebagai suatu susunan maupun penyajian lain berupa kata-kata atau kalimat agar menjadi simetris dan melahirkan efek yang bersifat sugestif. Sesuai dengan kondisi huruf dan tata bahasa Arab itu, dalam mempelajari kaidah kaligrafi tulis ini diterapkan aturan-aturan khusus sesuai dengan aturan yang berlaku dalam mempelajari huruf yang bersangkutan sehingga proses pelatihan menjadi lebih efektif. Biasanya dimulai dengan pengenalan terhadap identitas dan karakter setiap aksara, dilanjutkan dengan pembuatan huruf tunggal (mandiri) yang belum disambung.

Islamic Caligraphy
Kaligrafi Tulis dan Lukis
Dari lingkungan kaligrafi tulis ini muncul tokoh-tokoh yang bergiat mencetak prestasi dan jejaknya masing-masing. Para tokoh kaligrafi tulis ini sangat berjasa menyempurnakan sistem penulisan aksara Arab dari yang semula polos tanpa titik, harkat, sampai pada pembakuan terhadap karakter huruf Arab itu. Karena pembakuan karakter itulah pada masa mutakhir, masyarakat kemudian mengenal berbagai karakter seperti tsuluts, kufi, naskhi, farisi, andalusi, ta`iliq, taus, badrul kamal, rihani, hilali, mu`in, tugra, diwani, riq`iy, diwani jali, muhaqqaq, bihar, wilayat, zulfi arus, taj, sumbuli, mansub al-faiq dan sebagainya. Untuk mendukung pembakuan ini, diciptakan pula alqalam al-sittah.

Di samping kaligrafi tulis, berkembang pula kaligrafi lukis. Kaligrafi lukis ialah seni lukis yang menampilkan aksara Arab sebagai subject-matter utuh ataupun sebagian, atau dengan mengambil hanya beberapa huruf saja dalam khazanah hijaiyah. Dengan demikian kaligrafi lukis ini adalah kaligrafi yang telah mengalami pembebasan dari ikatan mutlak kaidahkaidah, rumusan-rumusan yang menjadi patokan sebagaimana dilakukan dalam pembuatan kaligrafi tulis. Pada praktiknya, pembuatan kaligrafi lukis ini menjadikan pelukisnya lebih leluasa karena mereka dibebaskan dari berbagai ikatan-ikatan baku seperti pada kaligrafi tulis. Dalam proses tersebut, ada pelukis yang menggarap karyanya dengan cara berangkat dari bentuk yang sudah ada secara baku (seperti tsuluts, kufi, dan seterusnya). Bentuk yang sudah baku ini kemudian di-stilisasi (dibuat menjadi lebih bergaya) sedemikian rupa sehingga keluar dari batas-batas yang ditentukan oleh kaidahnya semula sebagai kaligrafi yang baku. Cara seperti ini biasanya dilakukan dalam kerangka menemukan keharmonisan dengan lukisan yang menyertai kaligrafi yang hendak ditampilkan. Akan tetapi, cara ini tidak mutlak karena terkadang lukisanlah yang disajikan dengan penampilan yang menyesuaikan dengan sajian kaligrafi.

Puteri Merong:
Pernyataan estetik kalimat syahadat
Seiring dengan perkembangan Islam, kaligrafi Arab terjadi pula di Indonesia. Baik kaligrafi Arab sebagai kaligrafi tulis maupun sebagai kaligrafi lukis, telah menemukan perkembangannya di Indonesia. Masyarakat Nusantara, bukan saja menerima secara pasif atas kehadiran aksara Arab dengan kaligrafinya. Dalam perspektif alam pikiran lokal, pengolahan terhadap kaligrafi itu tampak pada peninggalan sejarah peradaban berupa teks surat dan kitab, atribut kekuasaan, perlengkapan perang, masjid, batu nisan, dan sebagainya. Di Aceh, bentuk senjata unik yang sangat terkenal dengan sebutan rencong, adalah hasil apresiasi budaya setempat terhadap kaligrafi Arab. Bentuk rencong dari pangkal gagang sampai ujung mata tajamnya adalah manifestasi dari bismillah. Kata ini adalah kata pembuka dan pemula untuk mengawali setiap kegiatan kaum muslimin. Di Yogyakarta, ukiran puteri merong yang terdapat pada Bangsal Kencana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, adalah perwujudan kaligrafis dua kalimat syahadat (asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah) dua kalimat suci yang menjadi inti keislaman. Ada pula perwujudan kaligrafi yang disajikan dalam bentuk buah waluh (semacam buah semangka) dan umpak (bertingkat-tingkat).
Selengkapnya

Friday, October 4, 2013

Perkembangan Kaligrafi Arab

1 comments

Perkembangan Kaligrafi Arab

Perkembangan Kaligrafi Arab telah terjadi seiring dengan sejarah aksara Arab sendiri. Huruf Arab telah memiliki asal usul kesejarahan yang sangat dini, bahkan menurut beberapa sumber bahwa aksara Arab telah memulai pertumbuhannya sejak keberadaan manusia pertama. Melalui jalur Semit yaitu Sam putera Nuh dan setelah berpecah dengan bahasa Ibrani, aksara ini selanjutnya lebih dipelihara dalam lingkungan masyarakat yang sekarang dikenal sebagai bangsa Arab dan menempati kawasan Timur Tengah. Bangsa Arab mengakui bahwa tempat tinggal mereka dewasa ini adalah tempat bangsa Semit berasal.

Kaligrafi Arab
Perkembangan Kaligrafi Arab
Selanjutnya, fakta yang cukup awal tentang kaligrafi Arab ditemukan pada prasasti tulisan tangan Dzu Shafar yang mengirim hulubalang kepada raja Yusuf as. Pada masa kelaparan yang dahsyat. Prasasti yang ditulis sangat indah itu menunjukkan salah satu bukti bahwa kaligrafi Arab telah dikembangkan jauh sebelum dimulai hitungan tahun Masehi. Selanjutnya, kaligrafi ini mencapai puncak perkembangannya setelah masa kedatangan agama Islam. Perkembangan kaligrafi yang mengikuti penyebaran ajaran dan tradisi Islam menimbulkan kesan khusus yang menyebabkannya diidentikkan dengan keberadaan kaum Muslimin. Kesan khusus tersebut adalah wajar mengingat dalam banyak hal, terutama dalam konteks perkembangan keilmuan dalam lingkungan kaum Muslimin selalu ditopang oleh penggunaan aksara Arab. Al-Quran mulia kitab suci kaum muslimin, sebagaimana diungkapkan dalam QS Yusuf (12) : 2 diturunkan dengan menggunakan bahasa Arab. Selain itu, kitab-kitab hadis, serta pelajaran keislaman terutama yang konvensional dan klasik, ditulis pula dengan menggunakan aksara Arab. Demikian pula seluruh sendi-sendi agama Islam yang paling fundamental tetap menggunakan bahasa Arab sebagai wahana penuturan dan acuannya.

Bagi kaum muslimin yang berada di Indonesia serta kawasan sekitarnya, termasuk Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, aksara Arab bukan barang baru lagi. Mereka telah mengenalnya sejak mereka mengenal agama Islam. Di samping untuk keperluan tulis baca Al-Quran, Al-Hadits, dan lainnya, sejak lama aksara Arab dipergunakan untuk menuliskan materi pelajaran, catatan pribadi, undang-undang, naskah perjanjian resmi dalam bahasa setempat, tulisan mata uang logam, stempel, kepala surat, dan sebagainya, ditulis dengan menggunakan bahasa setempat. Gejala tersebut berlaku hampir pada seluruh kepulauan Nusantara. Sebagian berkas-berkas itu ikut digelar dalam suatu Pameran Surat Emas Raja-raja Nusantara yang diselenggarakan di Yogyakarta beberapa tahun lalu, serta oleh Ananbel The Gallop, dihimpun dalam satu buku khusus yang diterbitkan sepuluh tahun. Aksara Arab dengan bahasa setempat di kawasan tersebut, kemudian dikenal sebagai huruf Arab Melayu, Arab Jawa, atau ada pula yang menyebutnya sebagai Arab Pegon.

Sesuai dengan sifat umum yang menjadi karakter tulisan indah, sebagaimana disebutkan terdahulu, kaligrafi Arab dikembangkan pada dua aspek sekaligus. Aspek pertama adalah pengembangan terhadap pilihan ungkapan indah, penuh hikmat, bersumber dari kitab suci, hadis Rasulullah SAW, ucapan para sufi, penyair, filsuf, juga doa-doa kaum muslimin. Aspek kedua ialah pengembangan terhadap bentuk (fisik) aksara dalam kerangka kesenirupaan. Dalam konteks pengembangan sebagai karya kesenirupaan atau bersifat visual art, kaligrafi memiliki peranan yang sangat penting, terutama menjadi ajang berkreasi bagi pelukis muslim yang ragu menggambar makhluk hidup.

Arabic Caligraphy
Kufi. Bentuk bersudut yang
berujung pada bunga-bunga
Akan tetapi, keunggulan kaligrafi Arab tentunya bukan terletak pada keterbukaannya menampung ‘pelarian’. Keunggulannya justru terletak pada karakter fisikoplastisnya yang luwes sehingga melahirkan berjuta kemungkinan dan variasi. Terhadap karya lain, pola geometris dan lengkungan ritmis pada kaligrafi Arab mengawetkan sekaligus memberikan inspirasi terus-menerus terhadap karya seni rupa lain di lingkungan kaum muslimin sendiri. Kaligrafi Arab, sebagaimana diungkap Quresyi; memelihara kaidah bentuk dan terkadang memberikan makna tunggal terhadap jutaan fakta seni rupa yang tersebar pada berbagai komunitas muslim di berbagai pelosok dan penjuru dunia.

Sambil beradaptasi dengan variasi lokal, keberadaan lengkungan ritmis dan pola geometris itu masih tetap terasa kehadirannya dalam ornamen, kubah, mihrab, mimbar masjid-masjid di berbagai penjuru dunia. Selain variasi lokal, pada semua paparan kaligrafi Arab ditemui jejak universal, yaitu suatu gaya yang lebih menggunakan garis lurus vertikal dan bentuk bersegi ataupun bersudut kemudian berakhir pada wujud flora seperti pada kufi.


Yang secara ekstrim tetap mempertahankan lengkungan ritmis terlihat pada karakter naskhi, tsuluts, serta diwani. Gaya riq`iy menampilkan kesan tangkas, tetapi tetap serius. Variasi ornamental pada kaligrafi Arab justru menjadi bagian dari data bagi sejarawan seperti Hoesein Djajadiningrat sebagai salah satu dasar berpijak menelusuri identifikasi historis. Bagi sejarawan, karakter huruf termasuk karakter yang terdapat pada kaligrafi, menjadi bahan informasi yang pokok. Dengan melihat gaya tulis yang diterapkan pada aksara dan cara penulisan yang terdapat pada suatu data sejarah, dapat ditelusuri beberapa identitas penting lain di sekitar waktu dan para penulisnya.
Selengkapnya

Tuesday, September 24, 2013

Makna yang Terkandung dalam Kaligrafi

0 comments

Makna yang Terkandung dalam Kaligrafi

Salah satu gejala penting sepanjang sejarah persebaran kebudayaan Arab di seluruh permukaan bumi ialah pemunculan kaligrafi Arab yang sangat kuat dalam lingkungan kebudayaan. Hal ini dapat ditemukan pada berbagai wilayah, dengan berbagai versi, dan dengan aneka cara penerapan. Gejala kaligrafi tersebut bersamaan dengan unsur-unsur lain peradaban menghantarkan kebudayaan Arab menjadi suatu yang tidak asing bagi masyarakat setempat. Di Indonesia, gejala itu telah muncul sejak masa yang sangat awal dan selanjutnya terlihat pada hampir setiap objek, baik yang berkaitan langsung dengan keilmuan seperti perangkat tulis baca maupun pada benda dan bangunan yang menunjang peribadatan. Bahkan, kaligrafi telah dijadikan sebagai simbol diri seperti tanda tangan, dan subject matter yang menyertai berbagai ornamen yang terpahat pada batu nisan.

Islamic Caligraphy
Islamic Caligraphy
Eksistensi kaligrafi yang kuat itu, pada penghujung abad ke-20, diperluas pula dengan kehadirannya dalam khazanah kesenirupaan kontemporer sehingga menjadikan unsur kebudayaan Arab yang satu ini memperoleh jalan perkembangan dan masa depan yang baru. Kaligrafi Arab, dalam konteks kesenirupaan telah merebut apresian yang cukup luas sehingga dipelihara, terutama oleh masyarakat pengguna aksara bersangkutan, yang pada umumnya adalah kaum muslimin. Akan tetapi, agar tidak berhenti di tengah jalan, gejala positif ini perlu ditopang oleh dukungan yang melibatkan berbagai pihak secara komprehensif.

Makna dan Arti Penting Kaligrafi

Kaligrafi adalah istilah yang berasal dari kata kalio dan graphia dalam bahasa Yunani, yang secara umum diartikan sebagai tulisan yang indah. Dalam bahasa Inggris kaligrafi disebut sebagai calligraphy, sedangkan dalam bahasa Arab lebih dikenal dengan sebutan khath. Dalam lingkungan kebudayaan, kaligrafi dapat disoroti melalui dua aspek, yaitu dari sisi kaligrafi sebagai suatu aksara yang menjadi simbol untuk penulisan huruf atau kata dan dari sisi keberadaannya sebagai hasil dan proses estetika.

Sebagai aksara untuk penulisan huruf, kaligrafi memiliki kaitan erat dengan alam pikiran dan sebagai hasil dan proses estetika, kaligrafi berkaitan erat dengan kondisi estetika yang berlaku dalam suatu masyarakat. Kaitan ini dapat dijelaskan melalui pemahaman bahwa tulisan kaligrafi, sebagaimana tulisan pada umumnya, adalah suatu karya yang mampu menampung gagasan dari penulis atau pelukisnya. Dalam keadaan tersebut, kaligrafi berfungsi sebagai wahana untuk menyimpan, mengawetkan, serta mengungkapkan kembali gagasan dan pemikiran dari seseorang ataupun suatu komunitas tertentu.

Gagasan, pikiran, dan daya estetis yang mampu diungkapkan oleh kaligrafi itu mencakup aspek yang sangat luas dan hampir tak terbatas. Batasan daya tampungnya hanya ditentukan oleh keterbatasan yang terdapat pada pemikiran, gagasan, dan imajinasi itu. Dalam kondisi tersebut, kaligrafi memiliki kekuatan maksimal untuk tampil sebagai salah satu gejala kebudayaan yang representatif dan sangat membantu untuk menemukan bukan saja kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dalam suatu kebudayaan, tetapi juga menemukan pertautan antara lingkungan kebudayaan yang satu terhadap yang lainnya.

Japanesse Caligraphy
Pesan dari Jepang:
Jalan Tuhan sangat dekat,
tetapi Manusia selalu Menjauh
Kenyataannya, kaligrafi memiliki lahan perkembangan yang sangat subur dalam setiap kebudayaan yang mempunyai aksara khusus seperti dalam lingkungan masyarakat di India, Jepang, Cina, Jawa, Arab, dan lain-lain. Sebagaimana ditemukan dalam peninggalan-peninggalan sejarah, terlihat hampir setiap aksara telah menerima usaha pengembangannya dalam bentuk kaligrafis. Hal ini dapat ditemukan pada prasasti yang menuliskan perjanjian ataupun mengungkapkan statement tertentu yang berkenaan dengan suatu kekuasaan. Ada pula kaligrafi yang dituliskan pada bangunan-bangunan suci dan tempat pertemuan umum, dan tidak jarang pula tulisan yang berbentuk kaligrafi ditemukan dalam fungsinya yang amat sakral, yaitu sebagai bagian dari mantera seperti tulisan huruf Manu dari Tibet, tulisan Kanji dari Jepang, atau yang lain.

Sebagaimana halnya dengan kaligrafi aksara lainnya, kaligrafi yang menggunakan huruf Arab telah mengemban fungsi kebudayaan dan religiusitas yang sangat luas. Oleh karena fungsi religiusitasnya yang sangat luas itulah ia seakan-akan tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan kebudayaan Arab. Keberadaan agama Islam yang menggunakan aksara Arab sebagai standar pokok tulisannya mendorong pula perkembangan dan persebaran kaligrafi yang menggunakan aksara Arab atau kaligrafi Arab sampai jauh.

Tiap-tiap tempat, secara kreatif, melakukan pula pengolahan sesuai dengan lingkungan pribumi yang bersangkutan sehingga variasinya menjadi semakin lebih kaya seperti aksara Taus yang dikaitkan dengan fantasi sufi Persia tentang burung merak, atau di Jawa ungkapan ketauhidan pada Al-Quran surat Al-Ikhlash (112): 1-4 dilukis dalam bentuk tokoh wayang Semar yang khas.

Javanesse Caligraphy
Wayang Semar: Al-Quran Surat Al-Ikhlash
Karena kaligrafi memiliki kaitan erat dengan suatu gagasan, sejak pengolahan kaligrafi Arab berada di tangan kaum muslimin, telah terjadi hubungan yang sangat erat antara aksara Arab dengan gagasan kaum muslimin. Hubungan ini lebih lanjut mengakibatkan seringkali terjadi pencampuran antara kaligrafi Arab dengan kaligrafi Islam. Annemarie Schimmel, peneliti tasawuf yang banyak mengkaji budaya Arab dan Persia klasik membuat batasan yang patut menjadi acuan. Menurutnya, apabila tulisan indah itu menampilkan ayat Al-Quran, Al-Hadits, ungkapan hikmah dan lain-lain yang merupakan ajaran Islam maka kaligrafi tersebut secara khusus dinamakan sebagai kaligrafi Islam.

Batasan ini membuka pada penjelasan lebih lanjut bahwa apabila kaligrafi tersebut tidak berkaitan dengan ajaran Islam, ia merupakan kaligrafi Arab biasa. Hal ini sejalan dengan definisi umum yang diberikan oleh Muhammad Sijelmessi dan Abdulkabir Khetibi bahwa kaligrafi Arab pada umumnya (termasuk kaligrafi Islami) ialah

“… an art which is conscious founded upon a code of geometric and decorative rules; an art which, in the patterns which it creates, implies a theory of language and of writing. This art starts off as part of the linguistic structure and institutes an alternative set of rules, derived from languages but dramatizing and duplicating it by transposing it in to visual tems.”

Batasan di atas sekaligus menggarisbawahi berbagai komponen kesenirupaan, kebahasaan, dan aktivitas mental yang terkait dalam pembuatan kaligrafi. Proses kreatif dengan memperketat pertimbangan linguistik serta memperhatikan aturan geometris dan dekoratif sebagaimana diungkapkan oleh Sijelmessi dan Khatibi di atas sangat tepat bila diterapkan dalam fungsinya sebagai unsur dekorasi dan media komunikasi. Akan tetapi, kaligrafi Arab mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih luas dari sekedar unsur dekorasi dan media komunikasi karena, sebagaimana dikemukakan oleh pengamat senirupa, Dan Soewarjono, kaligrafi Arab sebagai karya seni rupa dapat mencapai harkatnya sebagai seni murni. Inilah potensi yang perlu diperhatikan lebih serius pada masa depan.
Selengkapnya

Tuesday, September 17, 2013

Ugly Fonts di External Display Non-Apple

0 comments

Cara Mengatasi Ugly Fonts di External Display Non-Apple

Mungkin Anda pernah mengalami masalah di perangkat display Mac, sehingga mengharuskan untuk menyambungkannya ke external display yang bukan keluaran Apple? Kurang lebih itulah jalan yang bisa ditempuh selain membawanya ke Service Center.

Berdasarkan pengalaman seorang rekan pengguna Mac Pro; ketika itu karena suatu sebab tiba-tiba display Apple-nya tidak bisa digunakan sehingga ia terpaksa membeli perangkat display baru yang kebetulan bermerk "Sams*ng SyncMaster 733NW".

Namun, masalah belum selesai sampai disitu. Saat pertama menyambungkan display baru tersebut ke Mac, ternyata ia menjumpai bahwa terdapat perbedaan yang nampak jelas terlihat di layar bahwa tampilan fonts tidak seperti biasanya; agak kabur, tidak tajam sehingga mirip seperti tampilan monitor di sistem operasi Windows ketika VGA Driver belum terinstall atau pengaturan Clear Type yang kurang sesuai.

Apple fonts smoothing problem antialiasing
Ilustrasi; Ugly Fonts di External Display non-Apple
Kondisi seperti itulah yang lazim disebut sebagai Ugly Fonts; dimana font antialiasing tidak tersetting dengan benar sehingga tampilan yang muncul tidak seperti yang diharapkan pengguna Mac pada umumnya.

Nah sobat badruzeus; berikut penulis mencoba mengatasi masalah tersebut dengan memanfaatkan aplikasi khas UNIX yang tentunya terdapat di Mac yaitu Terminal.

  • Pertama, kita jalankan aplikasi Terminal  yang terdapat di folder /Applications/Utilities. Atau melalui LaunchPAD untuk pengguna Mac OS X Lion 10.7.x keatas.
  • Kemudian, masukkan perintah berikut ini dan tekan Return ( Enter ) :

  • Lanjutkan dengan me-Log out sistem Mac, kemudian Log in kembali untuk melihat perubahannya.

Apakah hasilnya memuaskan? Jika tidak, maka jalankan lagi Terminal dan masukkan perintah di bawah ini untuk mengembalikannya seperti semula
(diikuti dengan Log out kemudian Log in sistem) :


Demikian tutorial singkat mengenai Cara Mengatasi Ugly Fonts di External Display Non-Apple. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya

Tuesday, September 10, 2013

Cara Membuat Shortcut Kata Ulang di Microsoft Word 2010

4 comments

Cara Membuat Shortcut Kata Ulang di Microsoft Word 2010

Bahasa Indonesia selain merupakan bahasa termudah di dunia, tentunya juga memiliki keunikan dan tatanan yang berbeda dengan bahasa negara lain. Salah satunya adalah kata ulang. Namun, agak merepotkan apabila berulang kali dalam pengetikan makalah, skripsi atau tugas lainnya yang menggunakan Microsoft Word, pengguna harus mengetik kata yang sama sebanyak dua kali dengan menambahkan tanda " - " (dash) diantaranya.

Membuat Kata Ulang di Office Word
Image by www.freeimages.co.uk

Nah, jika sobat badruzeus ingin cara yang lebih mudah, berikut ini disajikan cara membuat Shortcut kata ulang di Microsoft Word dengan bantuan VBA (Visual Basic for Application) yang secara default terinstall bersama paket Office 2010 :
  • Jalankan aplikasi Microsoft Word 2010, dari Desktop maupun Start Menu. Tekan tombol Alt + F11 di keyboard untuk membuka aplikasi VBA.
  • (Sementara Word masih terbuka) Setelah terbuka, buat sebuah modul baru dengan cara: di area kiri atas jendela VBA; klik kanan menu Normal > Insert > Module.
Setting VBA Kata Ulang
VBA di Microsoft Office 2010 (Klik untuk Memperbesar)

  • Masukkan kode di atas ke dalam modul baru tersebut:
  • Kemudian simpan module tersebut dengan klik ikon Save di Toolbar, atau dengan menekan tombol Ctrl + S  di keyboard.
  • Keluar dari aplikasi VBA lalu kembali ke Microsoft Word.

Langkah selanjutnya adalah membuat shortcut kata ulang tersebut di Microsoft Word dengan cara :

Setting Macro di Word 2010 (Klik untuk Memperbesar)


  • Masuk ke menu File > Options. Di Word Option, masuk ke bagian Customize Ribbon lalu pilih Macros dari daftar Choose commands from.
  • Pilih "Normal.Module1.KataUlang" kemudian tekan tombol Customize di bagian Keyboard Shortcut.
  • (Di bagian Customize Keyboard inilah saatnya kita menentukan shortcut / kombinasi tombol yang apabila kita tekan akan langsung membentuk struktur kata ulang. Sebagai contoh, saya mengkombinasikan tombol Ctrl + Space dari keyboard). Pada bagian Categories, pilih Macros. Lalu, isikan Ctrl + Space di bagian Press new shortcut key dan akhiri dengan menekan tombol Assign di pojok kiri bawah.
  • Close opsi Customize Keyboard, pencet OK dari Word Options dan kembali ke aplikasi Microsoft Word.

Sekarang, di dokumen aktif Microsoft Word ketik salah satu kata ulang (sebagai contoh) "masing" lalu tekan tombol Ctrl + Space dari keyboard. Maka, secara otomatis kata "masing" menjadi "masing-masing".

Demikian tutorial singkat tentang Cara Membuat Shortcut Kata Ulang di Microsoft Word 2010. Semoga bermanfaat bagi Anda semua dan selamat mencoba. Tetap semangat.
Selengkapnya

Tuesday, September 3, 2013

Mengenal Adobe Photoshop

0 comments

Mengenal Adobe Photoshop

Apa itu Photoshop? Adobe Photoshop adalah perangkat lunak editor citra bitmap buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto / gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar / foto. Versi keempat belas dari produk ini adalah Adobe Photoshop CC. (id/wiki)

Versi resmi dari Photoshop tersedia untuk platform Microsoft Windows dan Mac.

An Introduction to Adobe Photoshop
Original image by freerangestock.com

Tampilan Photoshop


Saat membuka aplikasi Photoshop untuk pertama kali, Anda akan dihadapkan tampilan seperti pada gambar berikut *) :

Photoshop Work Area
Tampilan Adobe Photoshop di Mac (Klik untuk Memperbesar)
 
Pada dasarnya, area kerja aplikasi Photoshop terdiri dari beberapa komponen, antara lain :

  1. Tools Panel : Berisi perkakas atau peralatan yang diperlukan untuk melakukan manipulasi gambar dan editing objek di Document Window. Bisa juga diakses dengan menggunakan Shortcut (tombol jalan pintas).
  2. Panels : Adalah kotak di area kanan yang memuat tab colors, adjustment, layers, dsb. (versi Photoshop terdahulu dikenal dengan sebutan Pallete). Tabs yang muncul dapat diakses melalui menu Window. Dapat juga ditarik keluar dari area kanan dengan men-drag tab keluar (undock).
  3. Option Bar : Baris yang memuat kustomasi atau pengaturan dari fungsi editing yang sedang kita kerjakan. Tampilan bar dapat berubah menyesuaikan fungsi yang digunakan.
  4. Document Window : Jendela yang menampilkan dokumen berupa objek, gambar dan apapun yang sedang kita  kerjakan.
  5. Document Tabs : Berupa kotak persegi panjang yang berfungsi sebagai pengendali Document Window. (menutup, memindah atau menggeser ke kiri-kanan, serta undock)
  6. Zoom Level : Menampilkan informasi seberapa besar / kecil dokumen yang tampil di area kerja Photoshop.
  7. dsb.

*) Menu Bar milik Photoshop dan aplikasi lain yang berjalan di Mac OS dikendalikan oleh sistem. 

Selengkapnya

Langkah Pengembangan Ide Kreatif

0 comments

Langkah Pengembangan Ide Kreatif

Tak bisa dipungkiri bahwa menciptakan ide yang kreatif bukanlah pekerjaan mudah. Karena proses ini harus melalui seluruh prosedur menuangkan ide tersebut yang bersumber dari otak desainer ke dalam hasil karya akhirnya.

Yang lebih sulit tentunya menjelaskan proses kreatifitas itu di hadapan klien atau manajer proyek, sehingga mereka bisa memahami betapa sulit dan menantangnya profesi sebagai seorang desainer grafis.


Original image by freerangestock.com

Hal tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seorang desainer grafis untuk berkreasi dengan ide yang orisinil dan kreatif, terutama apabila sobat badruzeus melalui beberapa tahapan berikut ini:


1. Belajar

Pembelajaran dan pemahaman yang mendalam tentang dasar-dasar desain yang ingin kita ciptakan adalah awal dimulainya pembentukan ide desain. Pembentukan ide desain dimulai dengan Pemikiran kreatif Anda harus didukung oleh dasar pengetahuan dan kebijaksanaan yang baik mengenai tren dan perkembangan desain. Meskipun ini bukan kondisi yang mutlak diperlukan untuk mencapai kreativitas, tetapi dengan latar belakang yang kuat dari lapangan, Anda akan memiliki gambaran bagaimana mengaplikasikan ide-ide kreatif Anda ke dalam bentuk nyata.


2. Latihan

Dalam sepak bola, seorang Christiano Ronaldo atau Lionel Messi tidaklah serta merta menjadi pemain bola terbaik dunia seperti saat ini. Mereka membutuhkan proses panjang dalam meningkatkan skill mereka mengolah si kulit bundar. Demikian juga dalam dunia desain; latihan penting untuk mempelajari bagaimana melakukan sesuatu dengan benar. Terlepas dari fakta bahwa sebagai desainer, kita merancang dengan tangan sendiri atau menggunakan beberapa perangkat lunak desain, kita harus sepenuhnya terlatih dalam mengoperasikan peralatan tersebut, sehingga tidak mengalami hambatan dalam proses kreatif untuk menghasilkan sebuah desain. Sebagai seorang desainer grafis, pelatihan sangat penting dalam efektif untuk menyelesaikan proyek desain Anda secara efektif.


3. Investigasi

Memperoleh informasi yang cukup mengenai client, termasuk bidang usahanya, jasa yang ditawarkannya, karakter perusahaannya, dan lainnya merupakan proses penting sebelum desainer mulai membayangkan sebuah ide. Kesalahan seorang desainer grafis yang terburuk adalah langsung melompat ke tahap merancang, karena sebenarnya tahap investigasi ini sangat penting untuk menghasilkan ide-ide yang faktual dan relevan. Dalam sebagian besar kasus, Anda akan mendapatkan informasi ini dari client saat ia menjelaskan desainer yang ia inginkan. Tetapi, jika client tidak memberikan informasi yang cukup, maka beban jatuh ke pundak sang desainer sendiri untuk melakukan penyelidikan penuh mengenai hal-hal yang relevan yang dibutuhkan dalam merancang sebuah desain.


4. Pencerahan

Ini merupakan tahap dimana sebuah gagasan kreatif muncul muncul di kepala Anda, yang dapat Anda manfaatkan untuk melengkapi rancangan desain. Pada tahap ini, ide itu tidak sepenuhnya menetas dan perlu “dierami” agar lebih matang. Sebaiknya, Anda mulai mencatat hal-hal kecil dan potongan-potongan pikiran yang mulai bermunculan, agar kemudian dapat disatukan menjadi sebuah rancangan yang utuh.


5. Ideasi

"Ideasi" sebagai akronim dari "Ide Kreatif + Generasi" adalah tahap dimana desainer grafis menghasilkan ide kreatif. Di sini, Anda dapat mulai menyaring potongan-potongan kecil kreativitas yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya, dan mengubahnya menjadi sebuah ide desain grafis yang tepat. Proses ini melibatkan kemampuan menganalisa rancangan-rancangan yang mungkin menarik untuk dikerjakan, dan menghilangkannya satu per satu, sampai didapat sebuah ide kreatif yang terbaik.


6. Eksekusi

Satu tahapan lagi yang sangat krusial dan menentukan hasil akhir dari seluruh proses yang telah Anda lewati adalah eksekusi.

Salah satu kesalahpahaman umum dalam dunia desain grafis adalah bahwa, proses kreatif berakhir saat sebuah ide brilian tercetus. Padahal, tanpa pelaksanaan yang tepat, ide sejenius apapun akan gagal dan kerja keras desainer akan sia-sia. Karena itu, tahap eksekusi ini harus dijalankan dengan sangat baik.


Tahap ini melibatkan proses mengubah sketsa ke dalam format digital, menambahkan warna dan efek, serta menguji hasil akhir apabila diaplikasikan ke dalam beberapa media. Dan, setelah mendapat persetujuan akhir dari klien, maka barulah proses desain kreatif dapat dianggap selesai.
 

Memang tidak mudah bukan; dalam menelurkan sebuah ide yang brilian? Maka, jangan patah semangat jika ide brilian tak kunjung menetas dari benak Anda. Coba ditinjau ulang, apakah kita telah melewati semua tahap generasi ide dengan baik?

Semoga Tips tentang Langkah Pengembangan Ide Kreatif ini bermanfaat bagi sobat BadruZeus.


* Credit to www.graphicdesignblog.org
Selengkapnya

Tuesday, August 27, 2013

Cara Mengatur Ikon di Preference Pane Mac

1 comments

Cara Mengatur Ikon di Preference Pane Mac


Jika sistem operasi Windows punya konfigurasi sistem bernama Control Panel, maka di Mac fitur ini disebut Preference Pane yang berisikan pengaturan Displays, DockMission Control, Sounds, Software Update, Startup Disk dan lain sebagainya.

Secara Default, Preference Pane menampilkan seluruh ikon yang diperlukan pengguna untuk melakukan konfigurasi terhadap sistemnya.

Customize Mac's Preference Pane Icons
Mengatur Ikon di Preference Pane Mac

Mulai dari versi 10.7 (Lion), Anda dapat mengatur ikon apa saja yang muncul di tampilan utama System Preference (yang muncul pada pilihan Show All). Ini berguna jika Anda ingin menampilkan ikon mana saja yang sering diakses, dan mana yang tidak.

Untuk menggunakan fitur ini, terlebih dahulu buka System Preference > View > Customize. Akan muncul tanda Centang (Check List) pada setiap ikon di panel. Hilangkan tanda Centang jika ingin menyembunyikan. Akhiri dengan menekan > Done.

Fitur ini hanya menyembunyikan ikon dari tampilan utama System Preference, bukan menghilangkan secara permanen. Anda dapat menampilkannya kembali bila diperlukan dari menu yang sama.

Nah, mudah bukan? Semoga tutorial tentang Cara Mengatur Ikon di Preference Pane Mac ini bermanfaat.
Selengkapnya

Tuesday, August 20, 2013

Mengenal Adobe Illustrator

0 comments

Mengenal Adobe Illustrator

Di sistem operasi Windows kita lebih sering menggunakan aplikasi CorelDRAW untuk urusan desain vektor. Illustrator adalah aplikasi serupa khas Adobe yang menawarkan fitur tak kalah menarik dan lengkap, atau bahkan lebih powerfull dalam urusan desain grafis vektor. Terutama, apabila sebelumnya kita telah mengenal dasar-dasar Photoshop.

An Introduction to Illustrator CC
Original image by freerangestock.com

"Adobe Illustrator adalah program editor grafis vektor terkemuka, dikembangkan dan dipasarkan oleh Adobe Systems. Adobe Illustrator pertama kali dikembangkan oleh Adobe Inc pada bulan Desember 1986, dan mulai dipasarkan pada tahun 1987 sebagai pendamping aplikasi Photoshop." (id/wiki)

Baiklah sobat badruzeus, sebelum mendalami desain vektor menggunakan Illustrator, ada baiknya kita mengenal area kerja dari aplikasi ini terlebih dahulu.

Illustrator's Work Area
Tampilan utama aplikasi Adobe Illustrator
(Klik gambar untuk Memperbesar)

Area kerja dari aplikasi Illustrator pada dasarnya terdiri atas beberapa komponen *) antara lain:
  1. Menu Bar : Berupa barisan yang berisi kontrol untuk berbagai fungsi seperti membuat, membuka, menyimpan file, ekspor dan sebagainya sesuai dengan menu yang ditampilkan.
  2. Artboarts : Adalah area persegi empat yang merupakan tempat untuk membuat dan mengerjakan obyek.
  3. Tool Box : Berisi menu untuk membuat atau menggambar bentuk, memberi pewarnaan, dsb.
  4. Color Pallates : Berisi warna-warna yang dipakai dalam pewarnaan objek di dalam Adobe Illustrator.
  5. Objek Properties : Berisi tentang informasi objek antara lain koordinat objek, rotation, fill, stroke, width, height, dsb.
  6. Layer Properties : Berisi layer-layer dimana objek berada (sama seperti di Potoshop).
  7. Status Bar :  Baris yang menampilkan informasi objek yang sedang dikerjakan, jumlah halaman, dsb.
  8. Scroll Bar : Penggulung area kerja ke kiri-kanan atau atas-bawah.
*) Komponen lainnya dapat diakses dengan mudah melalui menu Window.

Fungsi Tools pada aplikasi Illustrator akan kita bahas pada posting berikutnya.
Selengkapnya

Tuesday, August 13, 2013

Sejarah CorelDRAW

3 comments

Sejarah CorelDRAW

Apa kabar sobat badruzeus? Pada posting pertama kali ini, saya akan sedikit mengupas mengenai sejarah aplikasi pengolah desain vector yang cukup populer di dunia, yaitu; CorelDRAW. Mengapa sejarah? Sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Ir. Soekarno; "JASMERAH" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah), betul? Yuk, masuk pada topik kita:
History of CorelDRAW
Original image by www.stockvault.net
CorelDRAW adalah software pembuat grafik vector yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Corel Corporation di Ottawa, Kanada. Versi terakhir dari CorelDRAW adalah versi X6 atau versi 16 (saat artikel ini dibuat) yang diluncurkan pada tanggal 20 Maret 2012.

CorelDRAW pertama kali dibuat pada tahun 1987. Corel Corporation mempekerjakan teknisi software bernama Michel Bouillon dan Pat Beirne untuk mengembangkan program ilustrasi dasar vector yang nantinya disatukan dengan sistem desktop publishing mereka. Awalnya program CorelDRAW dirilis pada tahun 1989, CorelDRAW versi 1.x dan 2.x yang berjalan pada platform Windows.

CorelDRAW 3.0 dirilis bersamaan dengan Microsoft Windows 3.1. Fakta yang terdapat dalam True Type pada Windows 3.1 merubah CorelDRAW benar-benar menjadi sebuah program ilustrasi yang dapat menggunakan Sitem instalasi lainnya tanpa rekomendasi aplikasi pihak ketiga seperti Adobe Type Manager.


Pendiri CorelDRAW

Dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, seni bisa dituangkan dalam bentuk yang bermacam-macam, terutama yang berkaitan dengan grafis. CorelDRAW tentunya sudah tidak asing ditelinga kita saat ini, CorelDRAW adalah software aplikasi pengolah gambar vektor bisa dibilang perangkat lunak untuk membuat gambar vektor, software ini merupakan salah satu produk dari Corel Corporation, perusahaan pembuat perangkat lunak komputer yang didirikan pada tahun 1985 di Ottawa Kanada. CorelDRAW sangat laris dipasaran dan banyak digunakan untuk membuat desain grafis yang bagus, mungkin corel sudah sangat familiar bagi para desainer saat ini. Namun, apakah mereka atau bahkan Anda tahu siapa penemu dari aplikasi tersebut?

Dialah Michael Cowpland yang lahir pada tanggal 23 tahun 1943. Menerima gelar teknik B.Sc dari Imperial College di London. Kemudian pada tahun 1964 pindah ke Kanada dan menyelesaikan pendidikan masternya pada tahun 1968. Ia mendapat gelar Ph.D. dari Universitas Carleton Ottawa pada tahun 1973. Dia adalah salah satu Entrepreneur dari Kanada, businessman, dan pendiri dari Corel.


Dialah cikal bakal yang melakukan Research Laboratory. Perusahaan ini melesat sangat cepat begitu produk CorelDraw muncul di pasaran, dan menjadi perusahaan software terbesar di Kanada.

Jadi, secara terminologi (bahasa) CoReL merupakan akronim dari Cowpland Research Laboratory.
Selengkapnya